Fakta! 5 Pola Pikir ini Bisa Membatasi Kecerdasan Kamu

Halo sobat Inspirasi, sebenarnya Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan manusia dengan sangat sempurna, bahkan saking sempurnanya, manusia diberi kemampuan untuk membuat sesuatu dari sumber daya yang sudah Allah anugerahkan di dunia.

Beberapa ilmuwan dari seluruh dunia sejak zaman dahulu, telah berhasil menciptakan berbagai macam penemuan yang sangat berguna bagi kita hingga saat ini. Beberapa orang berfikir mereka terlahir dengan kecerdasan alami. Ada juga yang berfikir bahwa tidak semua orang memiliki kecerdasan diatas rata-rata.

Tapi kamu tahu nggak, kalau ada beberapa pola pikir atau mindset yang selama ini menjadi kepercayaan kebanyakan orang yang justru bisa membatasi kecerdasan? Cara berpikir ini sudah tertanam dan menjadi suatu kebenaran yang diyakini, sehingga mereka percaya bahwa mereka dilahirkan bukan untuk menjadi seseorang yang cerdas.

Berikut 5 pola pikir yang bisa membatasi kecerdasan kamu.

1.Skor IQ Tidak Berubah

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels
Kamu pasti pernah dengar dong apa itu IQ ? Ya, IQ itu singkatan dari Intelligence Quotient atau Kecerdasan Intelektual. Untuk mengetahui kecerdasan seseorang biasanya dilakukan serangkaian tes, dan salah satunya adalah tes IQ. Tes IQ dilakukan untuk mengukur kemampuan kita dalam berimajinasi, memecahkan suatu masalah, menalar, berpikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Metode ini dikembangkan pada tahun 1900-an oleh beberapa ilmuwan diantaranya Alfred Binet seorang psikolog berkebangsaan Prancis dan muridnya Theodore Simon.

Seseorang yang IQ-nya tinggi atau di atas rata-rata biasanya dianggap sebagai seseorang yang cerdas, dan begitu juga sebaliknya, IQ yang rendah dianggap sebagai seseorang yang bodoh. Tapi tahukah sobat, bahwa IQ itu tidak bersifat tetap?

Tes IQ sendiri masih diperdebatkan oleh sebagian kalangan lebih dari 100 tahun, mereka meragukan keakuratan tes ini dalam mengetahui kecerdasan seseorang. Bahkan Binet sendiri sebagai pengembangnya tidak begitu senang dengan metode tesnya, karena metodenya tidak mampu mengukur tingkat kreativitas dan emosional seseorang.

Tes IQ sebenarnya hanya mengukur kemampuan akademik saat ini, dan tidak mengukur kecerdasan bawaan. Setidaknya sampai hari ini tes IQ tidak mampu mengukur kreativitas dan kecerdasan praktis.

Mereka yang mengklaim bahwa IQ adalah tetap seumur hidup sebenarnya mengacu pada skor tes IQ kita yang relatif stabil bukan pada tingkat kecerdasan kita yang terus meningkat.

Skor IQ yang diberikan pada setiap individu adalah skor relatif yang disesuaikan dengan kinerja seseorang pada usia yang sama. Artinya ketika kamu mengukur skor IQ 5 tahun kemudian, meski pengetahuan dan kecerdasan kamu bertambah, IQ kamu akan relatif sama dengan skor IQ kamu sebelumnya karena mengikuti perhitungan standar dimana kamu akan disejajarkan dengan orang-orang seusia kamu meskipun nilai IQ dan kecerdasan kamu kenyataanya meningkat.

Oleh karena itu, fakta yang perlu kamu ketahui adalah bahwa kecerdasan seseorang itu akan terus meningkat seiring dengan pertambahan umur, kesehatan, pola makan dan akses ke Pendidikan dan tentunya tidak sama sekali terpaku pada nilai tes IQ yang sering kita ikuti ya, Sobat.

2.Salah Artinya Gagal

Kita atau kebanyakan orang sering menganggap bahwa apabila seseorang salah, maka dia akan selamanya salah dan itu artinya dia gagal. Padahal nggak begitu.
Kamu tahu Einstein? Ya, kita sering mendengar nama itu sejak duduk di bangku sekolah. Yang kita tahu Einstein adalah manusia super jenius pada zamannya, seorang ahli fisika yang banyak menerima penghargaan dan melakukan banyak penemuan diantaranya teori relativitas. Tapi tahukah kamu bahwa sejak kecil Einstein itu dianggap memiliki kecerdasan di bawah rata-rata?

Albert Einstein baru bisa lancar bicara di umur 7 Tahun karena terkena Syndrom Asperger. Saat kecil, prestasi sekolahnya sangat jelek dan gurunya pun meminta Einstein untuk keluar dari sekolah karena dianggap "terlalu bodoh untuk belajar".

Pada saat melakukan penelitian fisikanya, Einstein juga sering melakukan kesalahan-kesalahan besar dalam penelitiannya. Kamu bisa baca disini.
Einstein sendiri pernah mengatakan "Seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan berarti tidak pernah melakukan sesuatu yang baru".

Jadi buat kamu yang takut melakukan kesalahan saat proses belajar, mulai sekarang, hilangin deh ketakutan itu. Seorang yang sedang belajar pasti sedang melakukan sesuatu yang baru sehingga potensi untuk melakukan kesalahannya pasti besar. Jadi mulai saja dan terus berusaha, nanti juga lama-lama mahir, kok.

3. Makan Apa Aja yang Penting Sehat

Photo by Trang Doan from Pexels
Orang sering mengabaikan faktor kesehatan makanan, padahal makanan itu bisa menjadi penentu kesehatan otak,lho. Fakta yang mungkin sudah banyak didengar, bahwa usus memiliki syaraf yang tersambung ke otak, salah satu syaraf terbesarnya adalah syaraf Vagus.

Nah, dengan adanya fakta di atas, otomatis makanan yang kita konsumsi akan sangat berpengaruh pada kinerja otak kita, Sobat. Makan makanan yang sehat dan bergizi tentu akan membuat otak kita bekerja lebih optimal, layaknya suatu sistem dan jaringan yang rumit, otak perlu dirawat dan diberi bahan bakar berupa makanan yang bernutrisi tinggi agar semakin baik kinerjanya.
Hindari junk food dan makanan-makanan lain yang kurang sehat, agar usus kita sehat dan otomatis syaraf yang menyambungkan usus ke otak juga bisa bekerja dengan baik. Jangan lagi mengabaikan apa yang masuk ke dalam perut mulai saat ini, apalagi untuk kalian yang masih dalam tahap pertumbuhan, ya!

4. Intelektual adalah Sumber Kekuatan

Photo by Pixabay from Pexels
Pernah mendengar istilah intelektual adalah sumber kekuatan? Atau bahkan kalian adalah salah satu yang menganut prinsip tersebut? Please, deh...mending buang jauh-jauh pola pikir kayak gitu.
Intelektual atau kecerdasan akademik bukan satu-satunya sumber kekuatan seseorang untuk menguasai sesuatu, meskipun memang tidak dapat dipungkiri mungkin ada pengaruhnya juga, ya. Tapi, jika kecerdasan itu tidak dibarengi dengan faktor penunjang lain seperti action atau gerak, tentu hasilnya adalah nihil. Ibaratnya jika kita hanya berpikir tentang berbagai teori dan penjelasan, tanpa bergerak untuk merealisasikan teori tersebut maka percuma, kita akan berhenti di situ-situ aja, Sobat.

Selain IQ, apakah Sobat Inspirasi pernah dengar istilah EQ? EQ (Emotional Quotients) adalah kecerdasan emosional yang mempengaruhi semangat, kemampuan memotivasi diri dan kekreativitasan seseorang. IQ yang tinggi tanpa dibarengi dengan EQ yang seimbang maka akan pincang. Nah, jadi selain meningkatkan IQ, rupanya kalian semua juga harus meningkatkan kualitas EQ agar kehidupan berjalan dengan seimbang, ya.

5. Manusia Hanya Memakai 10% Kinerja Otak

Photo by meo from Pexels
Benarkah manusia hanya memakai 10% dari kinerja otaknya? Waw! Coba bayangin, kalau semua manusia hanya memakai 10% dari kinerja otak selama hidupnya aja sudah bisa menciptakan berbagai tekhnologi, bagaimana kalau ada manusia yang menggunakan 100% kinerja otaknya? Pasti sangat menakjubkan ya, Sobat.

Namun fakta di atas adalah hoax alias bohong. Beberapa ahli sudah sepakat bahwa otak manusia digunakan bahkan dalam kegiatan-kegiatan kecil, seperti yang kita ketahui sendiri bahwa otak adalah pusat syaraf, maka semua yang dilakukan oleh tubuh tentu adalah atas dasar kinerja otak juga. Kebayang 'kan kalau selama ini kita belajar, berjalan, berpikir, bergerak, semua itu hanya dilakukan oleh 10% fungsi otak, mana bisa? Lalu 90% yang lainnya digunakan untuk apa, dong?
Bahkan ilmuan Larry Squire pernah mempertanyakan hal ini "Mengapa otak kita bertambah besar jika kita hanya menggunakan sebagian kecil saja?"

Hayooo, mau percaya yang mitos atau yang fakta nih, Sobat?

Nah, sebagai penutup, izinkan Terinspirasi mengutip sebuah kutipan dari Albert Einstein yang berbunyi:

"Setiap orang itu jenius, tetapi jika Anda mengecap sebuah ikan akan kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidup kamu akan mempercayai bahwa ikan itu bodoh."

Nah, Sobat Inspirasi, intinya jangan terlalu menilai kemampuan intelektual seseorang dari satu sudut pandang saja, ya. Karena setiap manusia telah dianugerahi akal dan pikiran yang sangat luar biasa, mereka akan memiliki keahliannya di bidang masing-masing. Makanya jangan putus asa saat menemukan kesulitan di suatu bidang, gali terus kemampuan dan temukan keahlian kamu di bidang yang lainnya. Semangat!

0 Response to "Fakta! 5 Pola Pikir ini Bisa Membatasi Kecerdasan Kamu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel