Pemilik Kebun Yang Amanah

9:49 AM
Terinspirasi.com- Menjaga amanah adalah pekerjaan yang berat namun mulia, ada sebuah Kisah Inspiratif yang dapat Terinspirasi.com kisahkan sebagai berikut :

Alkisah, seorang pemuda sedang dikejar-kejar oleh warga sebuah kampung, ia lari hingga memasuki sebuah perkebunan. Dengan rasa takut yang teramat sangat, sang pemuda menghampiri seorang laki-laki yang ternyata adala sang pemilik kebun, ia sedang sibuk dengan aktivitasnya dikebun.

Ketika sang pemuda itu masuk ke dalam kebun, warga yang mengejarnya tidak berani masuk ke dalam kebun. Akhirnya mereka berteriak-teriak dari luar pagar kebun. Mereka meminta agar pemuda yang mereka kejar tersebut diusir oleh sang pemilik kebun.

Pemilik Kebun Amanah

Sang pemuda memohon perlindungan kepada  pemilik kebun dari amukan warga. Ia bercerita dengan jujur kepada laki-laki pemilik kebun bahwasanya ia baru saja berkelahi dengan seorang pemuda hingga pemuda tersebut terbunuh. Warga yang marah mengejar dan ingin membunuh dirinya.

Setelah mendengar penjelasan sang pemuda, pemilik kebun merasa iba dan kasihan. Laki-laki pemilik kebun berjanji untuk melindungi pemuda tersebut. Lega lah perasaan si pemuda itu. Sang pemilik kebun kemudian membawa si pemuda  dan menyembunyikannya di dalam sebuah gudang.

Tapi yang terjadi membuat sang pemilik kebun sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihat kedua matanya.

Warga kampung yang dari tadi menunggu di luar pagar masuk ke dalam kebunnya dengan mengusung mayat yang dbunuh sang pemuda yang disembunyikannya. Sang pemilik kebun merasa otot-otot penyangga tubuhnya rontok, jantungnya berdegup sangat kencang namun darah ditubuhnya berhenti mengalir. Keringat dingin mulai bercucuran.


Ternyata, orang yang dibunuh oleh pemuda yang disembunyikannya adalah anaknya sendiri. Betapa hancur dan kacaunya pikiran sang pemilik kebun.

Malam terus merayapi bumi, Laki-laki itu belum bisa memejamkan mata. Dia benar-benar terpukul, anak lelaki yang sangat dicintainya meninggal akibat dibunuh. Dan ia pun sempat berniat menyerahkan pemuda yang disembunyikannya kepada warga. Namun dia tidak bisa mengingkari janjinya kepada pemuda itu. Dia gelisah dan gundah gulana. Hingga akhirnya ia membuat sebuah keputusan.

Ketika suasana keheningan ditengah malam, sang pemilik kebun mendatangi gudang tempat pemuda itu disembunyikan. Kemudian laki-laki itu menceritakan masalahnya. Dia mengatakan kalau pemuda yang terbunuh tersebut adalah anaknya.

Pemuda yang disembunyikan langsung lemas seluruh tubuhnya. Dia merasa malaikat maut telah siap untuk mencabut nyawanya. Tubuhnya gemetar karena ketakutan yang teramat sangat. Degup jantungnya berpacu kencang.

Tapi, sang pemilik kebun yang dari tadi mematung setelah menceritakan persoalannya, tiba-tiba mengulurkan tangannya dan mengusap rambut pemuda yang dicekam ketakutan yang teramat sangat itu. 

“Tidak mungkin aku harus mengkhianati janjiku kepada mu, nak. Pergilah kamu dari sini sebelum fajar, nak, aku mohon,” kata sang pemilik kebun. “Aku tidak akan pernah mengingkari janjiku sendiri. Tapi aku khawatir warga kampung marah dan akan masuk ke sini.”

Ada kesunyian setelah itu. Air mata pemuda itu mulai berlinangan. Dia merasa sangat bersalah kepada pemilik kebun itu. Dia dengan segera menghambur mendekati laki-laki itu dan mencium tangannya. Dia meminta maaf atas kekhilafan yang telah dilakukannya.

Dan benar saja, sebelum fajar menyingsing, sang pemilik kebun mendatangi gudang tempat persembunyian sang pemuda, ia mendapati gudang yang sunyi. Sang pemuda telah pergi.

Ada kebanggaan yang bersemayam dalam dada lelaki itu karena mampu menjaga amanat. Tapi ada juga perasaan yang tersayat karena anak kesayangannya kini telah tiada. [ ]

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments