Orang Tua Adalah Ladang Pahala

7:34 PM
Ilustrasi Ayah dan Anak (Foto : Flickr)
Terinspirasi.com-  Orang tua merupakan orang yang sangat berjasa dalam kehidupan setiap kita, tanpa ada orang tua,  tidak akan ada orang yang sukses didunia ini.

Sobat Terinspirasi.com, cobalah sesekali kita renungkan, sudahkah kita membahagiakan orang tua kita?. Apakah kita masih disibukkan dengan urusan kerja, urusan keluarga sendiri sehingga kita tidak sempat untuk berbuat sesuatu yang mendatangkan kebahagiaan dan kesenangan kepada orang tua kita.

Berbahagialah bagi sobat sobat Terinspirasi.com yang masih memiliki kedua ibu dan ayah atau salah satu dari mereka, karena Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk menggali pahala sebanyak-banyaknya dari perbuatan kita untuk berbakti kepada orang tua.

Bagi sobat-sobat Terinspirasi.com yang orang tuanya telah tiada, sempatkan lah untuk berdoa dalam setiap kesempatan untuk orang tua kita agar mereka tenang beristirahat di alam kuburnya.

Cobalah sedikit kita renungkan, apa yang  telah kita perbuat untuk orang tua kita yang telah bersusah payah membesarkan kita. Kita merasa belum berbuat apa untuk orang tua, mulailah dari sekarang selama kedua orang tua kita atau salah satu dari mereka masih hidup.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil" [QS. Al Isra : 24]
Sobat Terinspirasi.com pasti pernah mendengar kisah yang sangat menyentuh dari Arab Saudi tentang dua orang bersaudara yang saling betikai dipengadilan.

Dalam kisah tersebut diceritakan bagaimana seorang pria bernama Hizan al Fuhaidi yang bersedih bahkan menangis karena kalah dalam persidangan. Mereka bertikai dipengadilan bukan untuk memperebutkan harta warisan, namun memperebutkan hak untuk memelihara ibu kandung mereka yang sudah tua renta.

Sebelumnya, Hizan lah yang merawat ibunya sampai setua itu didesanya hingga datanglah adiknya dari kota yang berniat akan membawa ibunya ke kota dengan alasan didesa fasilitas kesehatan dikota lebih lengkap dari pada di desa.

Hizan menolak argumen tersebut, dia beralasan bahwa selama ini ia mampu merawat ibunya dengan baik walaupun didesa dengan fasilitas kesehatan seadanya. Akhirnya, pertikaian itu harus sampai ke pengadilan. Berbagai sesi sidang telah dilalui hingga hakim meminta sang ibu di hadirkan.

Ketika persidangan, kedua anak tersebut membopong ibunya yang telah renta dan keriput, dengan berat cuma 40 kg dan cuma memiliki sebujah cincin yang melingkar ditangannya yang kurus. Hakim bertanya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya, sang ibu menunjuk Hizan dan berkata : "ini, mata kanan ku!". Kemudian sang ibu kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, “Ini mata kiriku!!.

Sang hakim berpikir sejenak untuk mengambil keputusan. Akhirnya palu diketuk, adik Hizan dinyatakan yang lebih berhak merawat ibunya demi kebaikan sang ibu.
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa. [QS. An Nisa : 36]
Betapa mulianya air mata yang dikeluarkan Hizan, cucuran airmata penyesalan karena tidak bisa merawat ibunya ketika sang ibu telah berusia lanjut. Dan, betapa agung dan mulianya sang ibu yang diperebutkan oleh anak-anaknya seperti ini. 

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah tersebut antara lain bahwa kedua anak sang ibu tersebut sama ingin berbakti kepada ibunya, karena mereka tahu bahwa ibunya adalah ladang pahala yang subur yang dapat menumbuhkan pahala yang banyak bagi mereka. [ ]

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments