Allah Maha Melihat

3:39 PM

Terinspirasi.com- Kita sering hanya malu kepada manusia, tapi tidak pernah malu kepada Allah. Lebih takut kepada manusia dari pada Allah. Melakukan suatu perbuatan yang tercela secara sembunyi, namun tidak sadar bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan makhlukNya.

Berikut sebuah Kisah Inspiratif yang Terinspirasi.com sajikan, semoga dapat memberi Inspirasi kepada Sobat Terinspirasi.com.

Alkisah pada tahun 101 H penduduk Makkah dirundung duka. Seorang tabiin yang juga dikenal sebagai sufi dan amat bijak, Thawus bin Kaisan meninggal dunia. Ribuan orang melayat dan mengantarkan jenazahnya. Semua orang merasakan kehilangan dengan kepergian sang ahli tasauf.

Allah Itu Maha Melihat
Namun di sebuah rumah, ada seorang wanita yang benar-benar terpukul perasaannya atas kepergian sang ahli tasauf. Wanita tua itu rupanya memiliki kenangan pribadi yang sangat indah dan sulit dilupakan dengan Thawus bin Kaisan .

Kenangan apa itu? Wanita tua itu kemudian menceritakan kisah pribadinya kepada teman-teman wanitanya yang ada dirumahnya.

“Dulu aku adalah wanita jalang dan penggoda. Aku menggoda semua laki-laki yang aku suka. Kecantikan dan rayuanku mampu memperdayakan dan melemahkan kebanyakan pria. Tapi, pada suatu hari aku datang ke rumah Thawus. Lalu aku merayunya dan menawarkan diriku. Dengan ramah dia menerimaku. Namun, berkenaan dengan tawaranku, dia kemudian  memintaku agar datang esok harinya.”

“Seperti yang dijanjikan, pada keesokan harinya aku pun datang ke rumah Thawus,” lanjut wanita itu. “Aku datang kerumah Thawus dengan bertabur harapan dan keindahan. Sesampai di rumahnya, aku mendapat Thawus sedang menantikan kedatangan ku. Namun dia kemudian mengajakku berjalan keluar rumahnya. Aku pun mengikuti ajakannya. Setelah mama berjalan sembari bercakap-cakap, aku tidak sadar jika tiba-tiba kami sudah berada didalam Masjidil Haram.”
Wanita tua itu kemudian mengatur nafasnya dan menengadah ke atas. Dia kemudian melanjutkan certitanya, “Ka’bah berada di hadapan kami berdua. Aku menyaksikan orang-orang sedang khusyuk beribadah. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh perkataan Thawus kepada ku. Thawus meminta ku untuk melepaskan pakaian ku. ‘Ayo tanggalkan semua pakaian mu dan berbaringlah,’ pinta Thawus.”

Terkejutlah wanita itu, ia tidak percaya dan kemudian bertanya, “Apa? Kita akan melakukannya disini, Thawus?”

Tapi, kata wanita tua itu, Thawus menjawab pertanyaannya dengan penuh keyakinan dan ketenangan, “Ya, kita akan melakukannya disini!”

“Apa? Di sini? Kita malu dilihat orang!” kata wanita itu masih tidak percaya.

“Iya, benar. Di sini! Bukankah Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat juga dapat melihat kita ditempat yang sepi!” kata Thawus dengan mimic muka serius.

Itulah kenangan wanita itu sembari menggelangkan kepalanya.

Wanita tua itu benar-benar dibuatnya malu, katanya, “Tapi anehnya, jawaban tulus yang diberikan Thawus itu mengalir bagai air yang sangat sejuk dan menyentuh jiwaku. Hasrat dan nafsu birahi yang bergolak di hati tiba-tiba reda lalu sirna begitu saja. Dan sejak saat itu, aku bersumpah untuk berhenti dari kebiasaan burukku.

Air matanya berlinangan mengaliri kedua pipinya yang sudah terlihat keriput. Seperti kenangannya yang terus mengalir dari wilayah masa lalunya. Sekali ada jeda dia lalu menyeka air matanya. Isaknya sesekali terdengar. [ ]

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments