Bob Sadino

11:24 AM 0

Om Bob Sadino
Bob Sadino

Terinspirasi.com - Sejak kecil, Bob Sadino tidak pernah bermimpi dan menyangka jika puluhan tahun kemudian ia akan menjadi salah satu entrepreneur yang memberi inspirasi bagi banyak orang.

Bob Sadino dilahirkan di Tanjung Karang, Lampung pada 9 Maret 1933 dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino. Setahun cuma ia tinggal di tanah kelahirannya, karena pada tahun 1933 ia harus mengikuti orang tuanya pindah ke Jakarta.

Latar belakang orang tuanya yang mempunyai pekerjaan sebagai pegawai negeri di zaman Hindia Belanda membuatnya hidup cukup berkecukupan. Pendidikan pun didapat dengan leluasa mulai dari SD sampai SMA. Kehidupan keluarganya yang relatif mapan membuat Bod Sadino muda dapat bergaul dengan orang-orang Tionghoa yang terkenal dengan jiwa dagangnya.

Selepas SMA, Bob memulai karirnya dengan bekerja di Unilever. Melihat teman-temanya pada kuliah, ia pun ikutan kuliah dengan masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Namun, karena ia tidak betah dengan bangku kuliah, ia hanya bertahan beberapa bulan saja di FH UI.

Setelah bertahun-tahun di Unilever, Bob Sadino akhirnya pindah kerja ke Mc Lain Watson Coy (Djakarta Lloyd), sebuah perusahaan pelayaran. Latar belakang pekerjaannya yang mengharuskan ia melanglang buana ke manca negara dan menetap lama dibeberapa tempat seperti Amsterdam dan Hamburg. Hal ini membuatnya mahir beberapa bahasa asing seperti Inggris, Belanda dan Jerman bahkan bahasa Jepang.

Setelah bosan terus-terusan menjadi bawahan dan stress menghadapi tekanan atasan, pada tahun 1967 Bob Sadino kembali ke Jakarta.

Ia kemudian menikah dengan Soelami Soejoed, karyawan Bank Indonesia di Amerika Serikat.  Kehidupan yang mapan dengan gaji besar mereka tinggalkan. Mereka hanya punya dua sedan Mercedez sabagai hasil jerih payah selama bertahun-tahun di Eropa. Satu buah dijual untuk modal membeli sebidang tanah di Kemang, sedangkan satunya lagi dijadikan sebagai taksi gelap dan terkadang disewakan kepada orang lain.

Awalnya semua berjalan lancer, Mercedez yang dijadikan taksi mampu menopang hidup mereka. Namun, belum genap setahun, taksinya tertabrak dan Bob tidak mampu memperbaikinya karena biaya. Dari sinilah perjuangan hudupnya dimulai.

Untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga, Bob menjadi tukang bangunan. Setiap minggunya dia mendapat upah Rp.100 dari pekerjaan tersebut. Lebih kurang setahun Bob berpindah-pindah antara gedung yang satu ke gedung yang lain sebagai buruh bangunan.

Kondisi Bob Sadino terdengar juga oleh sejumlah kawannya, baik yang dulu bekerja di Jakarta maupun di Eropa. Mereka ikut prihatin atas apa yang dialami oleh Bob Sadino. Sri Mulyono Herlambang, salah satu kawannya menyarankan agar Bob beternak ayam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bob setuju dengan saran tersebut.

Akhirnya Bob mulai mengeluti ternak ayam  sebanyak 50 ekor,  bibitnya diperoleh dari kawannya yang didatangkan langsung dari Belanda. Sebagai bekal untuk beternak, Bob banyak belajar dari bebagai sumber bacaan.

Sambil beternak, Bob pun berlangganan majalah peternakan terbitan Belanda. Berkat majalah tersebut, pengetahuan Bob tentang peternakan ayam menjadi bertambah dan selalu update. Bob bahkan jadi lebih ahli dibidang peternakan bila dibandingkan pakar peternakan di Institut Pertanian Bogor yang sering mengundangnya.

Dari situlah Bob berkeyakinan bahwa belajar tidak harus di bangku sekolah/kuliah, karena dia mem uktikan bisa belajar dari manapun dan dari siapapun dengan hasil malah lebih baik dari pada mereka yang berkutat di bangku sekolah/ kuliah.

Bob juga membuktikan, untuk menjadi seorang pengusaha tidak diperlukan bakat atau bukan juga factor keturunan. Faktaya, dia yang anak seorang guru mampu menjadi pengusaha yang baik dan disebut orang sebagai entrepreneur sukses. Dia juga membuktikan, bahwa untuk menjadi pengusaha sukses sekaligus orang kaya, tidak perlu sekolah formal yang tinggi, yang penting, lakukan saja!.

Bob Sadino meninggal karena sakit  pada 19 Januari 2015 di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

Biodata Bob Sadino
Nama : Bob (Bambang Mustari) Sadino
TTL : Tanjung Karang, 9 Maret 1933
Agama  : Islam
Istri : Soelami Soejoed
Anak : Mery Andiani dan Shanti Dwi Diaz
Hobi : Dengar Musik JAZZ dan Klasik

Pendidikan
-SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta  (1950)
-SMA, Jakarta (1953) 

Pekerjaan
-          Karyawan Unilever
-          Keryawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg
-          Pemilik supermarket  Kem Chicks
-          Dirut PT Boga Catur Rata
-          PT Kem Food (sosis dan ham)
-          PT Kem Farm (pengolah sayur)
-          PT Lambung Andal
-          PT Andal Citra Promotion
-          PT Kemang Nusantara Travel

Efek Mengaktifkan "Tombol Positif"

4:04 PM 0
Terinspirasi.com -  Menurut banyak pakar otak dan ahli pengembangan diri, keruwetan yang dihadapi manusia bisa berawal dari cara berpikir yang salah. Ini seperti mengaktifkan tombol negatif yang ada dalam pikiran. Ketika proses ini berlangsung, maka akan cepat melahirkan  ekses negatif lainnya. Ini tentu tidak bisa dibiarkan, harus ada langkah-langkah nyata untuk membendungnya.

Selama ini kita cenderung mengaktifkan tombol negatif dalam pikiran kita, maka sudah seharusnya kita menghentikannya dan menggantinya dengan mengaktifkan "tombol positi"f pada pikiran kita.

Ketika pikiran positif ini telah aktif dan berjalan sebagaimana mestinya, maka kita akan takjub sendiri dengan keampuhannya yang sebelum ini tidak pernah kita rasakan.


Berikut beberapa efek dari pengaktifan "tombol positif" dalam pikiran seseorang :

Bangkitnya Rasa Percaya Diri


Percayakah kita dengan kemampuan kita?, sebuah pertanyaan sederhana namun pada dasarnya sangat penting. Jawaban kita untuk pertanyaan ini mewakili citra diri yang kita bentuk bagi totalisme eksistensi kita sebagai manusia dan eksistensi kita dalam kehidupan ini.

Pancaran dari  daya pikiran yang positif yang terhimpun akan menjadikan kita pribadi yang bebeda dari kebanyakan orang yang masih terkungkung oleh pikiran-pikiran negatif mereka sendiri. Kini kita sadar bahwa sesungguhnya sebenarnya kita cukup kuat untuk menghadapi hidup ini.

Masa Depan Yang Lebih Cerah


Masa depan adalah suatu keniscayaan, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, dia pasti akan datang menghampiri kehidupan kita. Namun faktanya, banyak oang cemas atau tidak tahun akan nasib mereka dimasa depan.

Untuk menepis kecemasan, maka mulailah berpikir positif. Jangan biarkan pikiran negatif mengendalikan hidup kita. Tidak ada yang perlu ditakutkan dari masa depan selama kita berpikir benar, bertindak benar, semuanya akan baik-baik saja.

Jika hari ini kita berpikir positif, melakukan pekerjaan yang benar dan ini berlangsung secara kontinyu, kita bisa dikatakan telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi cerahnya masa depan kita sendiri.

Menghargai Diri dan Orang Lain


Tidak ada orang yang lebih bodoh dari pada orang yang tidak menghargai dirinya sendiri. Dengan berpikir positif, kita akan sadar bahwa manusia telah dikaruniai oleh Tuhan berupa “harga diri”, yaitu kemuliaan sebagai manusia. Dengan kemuliaan, harga diri itu akan meningkatkan derajatnya seiring dengan perilaku posiitf yang ditunjukkannya.

Bagi mereka yang berpikir positif, setiap kejadian dalam hidup, baik yang menyangkut diri sendiri ataupun orang lain akan diambil sebagai sebuah pelajaran.  Harga diri kita, sangat ditentukan  oleh sikap dan perilaku kita sendiri tanpa perlu meminta orang lain untuk meninggikannya. Sesungguhnya, orang yang berpikir positif tahu cara menghargai diri sendiri dan orang lain.

 Luwes Dalam Bergaul


Manusia merupakan makhluk social yang tidak akan pernah bisa hidup sendiri tanpa batuna orang lain. Bergaul merupakan bentuk paling jamak dari cara bersosialisasi antara sesama manusia.

Lamanya pergaulan, baik dalam dinamika individu maupun kelompok, bergantung dari sikap yang ditunjukkan masing-masing pihak yang terlibat didalamnya.  Sikap kaku tentunya akan mudah membuat retaknya sebuah pergaulan, karena kita tidak bisa memaksakan kehendak berdasarkan keyakinan kita semata.

Dengan pola pikir positif, kita menjadi lebih dewasa dan bijaksana bahwa nilai yang ebih utama dalam pergaulan bukanlah tentang siapa yang paling dominan, namun nilai kebersamaan dan persaudaraan.

Cerdas Menentukan Pilihan


Hidup adalah pilihan, begitu kata orang bijak. Ada banyak hal dalam hidup ini yang menjadi dasar kuat bahwa hidup harus memilih. Banyak hal tersebut merupakan tawaran pilihan buat kita. Mana yang harus diambil dan mana yang harus dikesampingkan.

Demi menghindari penyesalan dikemudian hari, diperlukan pikiran jernih, pikiran positif, berbekal pengalaman dan analisa apa yang akan terjadi kemudian untuk dapat mengambil sebuah pilihan dalam hidup.

Tegar Melangkah


Halangan dan rintangan yang terkadang membuat kita tidak berani melangkah maju. Kesuksesan yang seharusnya dapat diraih menjadi sirna. Cara pandang kita yang salah terhadap halangan dan rintangan membuat kita surat kebelakang dan gagal lah kita.

Jika kita berpikir positif dan lebih jernih, setiap rintangan  niscaya bisa teratasi. Dengan pikiran, kita temukan cara untuk menaklukkan rintangan tersebut. Dan ini akan tetap memuat kita tegar melangkah.

Bertanggung Jawab Penuh atas Hidup

Apapun yang kita pilih dalam hidup ini, masing-masing mengandung konsekuensi. Maka kita harus siap untuk bertanggung jawab untuk semua itu. Ingat, Kita sendirilah yang harus bertanggung jawab terhadap hidup kita dengan salah satunya bijak dalam menentukan pilihan.

Bijak Menyikapi Persoalan

Hidup tidak akan pernah lepas dari persoalan, karena hidup itu sendiri adalah persoalan. Tetapi, ingat, janganlah kita terjebak pada besar atau kecilnya sebuah persoalan. Tetapi yang paling penting bagaimana kita melihat dan menyelesaikan persoalan itu secara arif dan bijak tanpa meninggalkan efek samping dan ekses lanjutan.

Meyakini Kesuksesan Hak Semua Orang

Tidak ada yang berhak menentukan dan mengetahui secara pasti apakah kita akan sukses atau tidak. Semua berpulang kepada diri kita sendiri. Sukses sejati berangkat dari totalitas diri dalam menggeluti bidang yang kita geluti. Kita mengandalkan diri kita sendiri, bukan orang lain.

Kesuksesan bisa diibaratkan sebuah wilayah netral, siapapun bisa kesana jika ia berusaha dengan sungguh-sungguh. Karena kesuksesan adalah hak semua orang.

Meningkatkan Spritualitas Diri

Berpikir positif akan menjadi trigger (pemicu) untuk meningkatkan spritualitas yang mengajak kesadaran manusia untuk menjadikan Allah SWT dengan segala sifat-Nya sebagai model pokok dari segala bentuk ekspresi kemakhlukan manusia.

Tidak ada Kata Putus Asa

Hidup pada dasarnya adalah persoalan dan ujian. Ujian dan tantangan hidup tidak akan pernah ada habisnya. Jangan dilihat itu sebagai batu sandungan bagi langkah kita untuk menuju puncak kesuksesan. Tetapi, lihatlah sebagai batu loncatan atau anak tangga yang akhirnya membawa kita kepada kesuksesan. Jangan pernah putus asa. Keep on moving, keep on action.

Hilang Rasa Kecewa

Berfikir positif memberikan anda landasan yang kuat, untuk melupakan kekecewaan yang anda rasakan. Menawarkan obat mujarab, agar anda segera sembuh dari rasa sakit yang menghimpit dada. Menyuntikan kepada anda semangat baru bahwa hidup harus terus ditempuh. Akhirnya dalam banyak kesempatan, anda banyak menyerap hikmah dari setiap peristiwa tanpa kecewa.

Tidak adanya Kebencian dalam Hati

Menyimpan kebencian kepada seseorang bara dalam dada. Lambat laun, jika kita terus menghidupkan bara itu, ia akan menjadi kobaran api yang sanggup melahap siapa saja, tidak hanya orang yang dibenci, namun juga bagi diri kita sendiri. 

Orang yang berpikir positif tidak akan menyimpan kebencian dalam hatinya, karena perasaan tersebut tidak ada gunanya dan malah merugikan diri sendiri.

Tidak ada Keraguan

Ragu-ragu adalah faktor penting yang mengikis keyakinan kita. Menganggu pelaksanaan yang kita buat. Ragu-ragu memperlemah semangat kita. Dan, pada batasan tertentu, ia bahkan bisa menarik hal-hal negatif yang kita pikirkan menjadi kenyataan yang menakutkan.

Orang yang berpikir positif tidak akan membiarkan keraguan tumbuh dalam hatinya, mereka akan memupuk keyakinan yang membuatnya menjadi lebih optimis dalam hidup.

Optimaliasi Hidup

Mempunyai ilmu yang tinggi saja tidak cukup untuk menaklukkan kehidupan. Harus ada optimalisasi potensi diri. Untuk mengoptimalisasi potensi diri harus diiringi dengan keberanian. Dan keberanian itu muncul dari pikiran positif dan tekad yang teguh.

Ketika sebuah langkah optimalisasi diri telah begitu melekat kuat dalam diri kita, maka setitik pengetahuan dan kebijaksanaan mampu menempatkan kita pada jajaran orang-orang yang sukses. [ ]

Berimajinasilah, Bukan Berangan-angan

10:00 AM 0
Terinspirasi.com – Setiap orang harus bersikap realistis, sadar pada kenyataan hidup dan tidak lari darinya. Janganlah hidup dalam angan-angan, karena angan-angan hanya akan membuat jiwa menjadi kosong, tidak energik dan lambat merespon situasi serta perubahan zaman.

Sobat Terinspirasi.com, berikut sebuah Kisah Inspiratif ringan yang mungkin dapat memberi Motivasi bagi kita semua.

Seorang laki-laki penjual susu sedang dalam perjalanan ke pasar untuk menjual susu dari hasil sapi perahannya. Ia membawa segentong penuh susu diatas kepalanya. Dia mulai berangan-angan tentang segala sesuatu yang akan ia beli setelah susunya habis terjual.

Berimajinasilah, BukannyaBerangan-angan
“Dengan uang ini, aku akan membeli ratusan ayam yang akan ku ternakkan dihalaman belakang rumah ku. Dan ketika ayam ku telah besar, akan ku jual semuanya dengan harga yang mahal dipasar.”

Sambil berjalan, ia terus berangan-angan, “Kemudian aku akan membeli anak kambing yang akan ku pelihara di kebun dekat rumah. Pada saat yang besar, aku akan menjualnya dengan harga yang mahal.”


Sambil terus berangan-angan, dia bergumam, “Setelah itu, aku akan membeli sapi, dan aku akan memiliki susu yang lebih banyak untuk dijual. Dengan begitu, aku akan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi.”

Dengan segala angan-angan dan khayalan indah yang berkecamuk dalam dirinya, tanpa sadar ia melompat kegirangan. Tiba-tiba, dia terpeleset  dan jatuh. Gentong diatas kepalanya yang berisi susu pun akhirnya terjatuh dan pecah menghantam tanah. Habislah sudah angan-angan dan impiannya. Sekarang ia hanya bisa tertunduk lesu sambiL menangis meratapi susunya yang tumpah.

Dari kisah diatas, salah satu poin yang dapat diambil adalah bahwa yang diperlukan untuk menghadapi hidup yang terus berubah adalah tindakan nyata, bukan berangan-angan!. Apa yang bisa dihasikan dari angan-angan dan khayalan yang berlebihan tanpa dasar pijakan?

Angan-angan atau khayalan tidak sama dengan berimajinasi, karena angan-angan sekedar kegiatan eskapis (pelarian yang tidak menghasilkan apa-apa). Sementara imajinasi bersifat lebih memiliki fokus sebagai upaya untuk mencapai suatu hasil.

Sebagai contoh, Wright bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) berimajinasi bagaimana agara manusia bisa terbang. Lahirlah pesawat terbang hasil imajinasi mereka berdua. Imajinasi tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan serangkaian percobaan. Bandingkan dengan apa yang dilakukan laki-laki penjual susu dalam kisah diatas. Jangankan menjadi kaya, ia malah menjadi sengsara.

Segeralah capai kesuksesan! Berimajinasilah untuk menghasilkan kreasi-kreasi terbaru untuk melakukan terobosan-terobosan dalam bidang yang Sobat Terinspirasi.com geluti. Namun jangan sampai jatuh dalam angan-angan. [ ]

Hikmah di Balik Musibah

5:36 PM 0
Terinspirasi.com- Terkadang ada hal-hal yang tersembunyi dibalik apa yang tekadang kita sebut musibah atau bencana. Tetapi, orang bijak mengatakan justru ini merupakan hikmah tersembunyi. Orang-orang sekarang menyebutnya sebagai blessing In Disquise. Sebenarnya, memang ada banyak hikmah itu disekitar kita. Kita bisa menemukannya dengan mudah jika kita mau menggunakan mata hati atau mata bathin. 

Sebagai contoh, berikut sebuah Kisah Inspiratif yang mudah-mudahan dapat membuat kita mendapat Inspirasi.

Collin Edward, pembalap MotoGP sedang mengikuti kualifikasi sebuah seri balapan MotoGP di tahun 2007. Dia memacu motornya sangat kencang, hingga membuat official tim nya heran. “Wow…tidak sepertinya biasanya Edwards memacu motornya seperti ini,” kata salah satu official timnya.

Hikmah di Balik Sebuah Musibah
Ilustrasi Lebah
Dan, Edwards terus mempercepat laju motornya, dengan kecepatan seperti ini, pembalap asal Amerika Serikat ini mampu menoreh catatan waktu yang lebih baik dari rekan setimnya, Valentino Rossi. Padahal, dalam beberapa kualifikasi sebelumnya, Edwards belum pernah mencatatkan waktu sebaik hari ini. Alhasil, Edward menjadi pembalap terdepan atau pole position dalam balapan resmi keesokan harinya.

Selesai sudah sesi kualifikasi yang dijalani Edwards. Dia pun memacu motornya menuju paddock timnya disirkuit tersebut. Sesaat setelah motornya berhenti, para official datang mendekatinya ingin mengucapkan selamat. Namun, Edward malah lari terbirit-birit menuju ruang ganti seoalah menahan rasa sakit. Para Official hanya bengong, tidak mengerti apa yang telah terjadi pada Edwards.


Hingga akhirnya mereka mengetahui bahwa ada seekor lebah dalam celana balap Edwards. Dan, lebah tersebut sempat menyengat bagian belakang paha Edwards. Itulah alasan mengapa ia ngebut, ia memacu motornya seperti orang kesetanan. Rupanya, ia tak sabar ingin segera menyelesaikan putaran kualifikasi pada hari ini. Dia tidak tahan rasa sakit yang menderanya akibat sengatan lebah nakal tersebut. 

Mengetahui hal tersebut, semua official timnya tertawa terpingkal-pingkal. “Oke…oke…bagus itu!” kata seorang official,” Coba kalau kamu tidak disengat lebah, bisa jadi kamu tak akan secepat itu.”

Dari kisah diatas, dapat disimpulkan bahwa selalu saja ada hal positif dari apa yang menurut nalar dan pengetahuan manusia disebut dengan musibah. Oleh karena itu, janganlah terburu-buru untuk berburuk sangka atas apa yang tengah menimpa kita. Janganlah berburuk sangka kepada siapapun, apalagi kepada Allah SWT.

Bagaimana sekiranya tidak ada kebaikan yang bisa kita temukan dalam sebuah “musibah”? Siapa bilang tidak ada? Tetap ada, minimal kita bisa mengambil Ibrah atau pelajaran agar menjadi lebih baik. [ ]

Allah Maha Melihat

3:39 PM 0

Terinspirasi.com- Kita sering hanya malu kepada manusia, tapi tidak pernah malu kepada Allah. Lebih takut kepada manusia dari pada Allah. Melakukan suatu perbuatan yang tercela secara sembunyi, namun tidak sadar bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan makhlukNya.

Berikut sebuah Kisah Inspiratif yang Terinspirasi.com sajikan, semoga dapat memberi Inspirasi kepada Sobat Terinspirasi.com.

Alkisah pada tahun 101 H penduduk Makkah dirundung duka. Seorang tabiin yang juga dikenal sebagai sufi dan amat bijak, Thawus bin Kaisan meninggal dunia. Ribuan orang melayat dan mengantarkan jenazahnya. Semua orang merasakan kehilangan dengan kepergian sang ahli tasauf.

Allah Itu Maha Melihat
Namun di sebuah rumah, ada seorang wanita yang benar-benar terpukul perasaannya atas kepergian sang ahli tasauf. Wanita tua itu rupanya memiliki kenangan pribadi yang sangat indah dan sulit dilupakan dengan Thawus bin Kaisan .

Kenangan apa itu? Wanita tua itu kemudian menceritakan kisah pribadinya kepada teman-teman wanitanya yang ada dirumahnya.

“Dulu aku adalah wanita jalang dan penggoda. Aku menggoda semua laki-laki yang aku suka. Kecantikan dan rayuanku mampu memperdayakan dan melemahkan kebanyakan pria. Tapi, pada suatu hari aku datang ke rumah Thawus. Lalu aku merayunya dan menawarkan diriku. Dengan ramah dia menerimaku. Namun, berkenaan dengan tawaranku, dia kemudian  memintaku agar datang esok harinya.”

“Seperti yang dijanjikan, pada keesokan harinya aku pun datang ke rumah Thawus,” lanjut wanita itu. “Aku datang kerumah Thawus dengan bertabur harapan dan keindahan. Sesampai di rumahnya, aku mendapat Thawus sedang menantikan kedatangan ku. Namun dia kemudian mengajakku berjalan keluar rumahnya. Aku pun mengikuti ajakannya. Setelah mama berjalan sembari bercakap-cakap, aku tidak sadar jika tiba-tiba kami sudah berada didalam Masjidil Haram.”
Wanita tua itu kemudian mengatur nafasnya dan menengadah ke atas. Dia kemudian melanjutkan certitanya, “Ka’bah berada di hadapan kami berdua. Aku menyaksikan orang-orang sedang khusyuk beribadah. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh perkataan Thawus kepada ku. Thawus meminta ku untuk melepaskan pakaian ku. ‘Ayo tanggalkan semua pakaian mu dan berbaringlah,’ pinta Thawus.”

Terkejutlah wanita itu, ia tidak percaya dan kemudian bertanya, “Apa? Kita akan melakukannya disini, Thawus?”

Tapi, kata wanita tua itu, Thawus menjawab pertanyaannya dengan penuh keyakinan dan ketenangan, “Ya, kita akan melakukannya disini!”

“Apa? Di sini? Kita malu dilihat orang!” kata wanita itu masih tidak percaya.

“Iya, benar. Di sini! Bukankah Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat juga dapat melihat kita ditempat yang sepi!” kata Thawus dengan mimic muka serius.

Itulah kenangan wanita itu sembari menggelangkan kepalanya.

Wanita tua itu benar-benar dibuatnya malu, katanya, “Tapi anehnya, jawaban tulus yang diberikan Thawus itu mengalir bagai air yang sangat sejuk dan menyentuh jiwaku. Hasrat dan nafsu birahi yang bergolak di hati tiba-tiba reda lalu sirna begitu saja. Dan sejak saat itu, aku bersumpah untuk berhenti dari kebiasaan burukku.

Air matanya berlinangan mengaliri kedua pipinya yang sudah terlihat keriput. Seperti kenangannya yang terus mengalir dari wilayah masa lalunya. Sekali ada jeda dia lalu menyeka air matanya. Isaknya sesekali terdengar. [ ]

Pemilik Kebun Yang Amanah

9:49 AM 0
Terinspirasi.com- Menjaga amanah adalah pekerjaan yang berat namun mulia, ada sebuah Kisah Inspiratif yang dapat Terinspirasi.com kisahkan sebagai berikut :

Alkisah, seorang pemuda sedang dikejar-kejar oleh warga sebuah kampung, ia lari hingga memasuki sebuah perkebunan. Dengan rasa takut yang teramat sangat, sang pemuda menghampiri seorang laki-laki yang ternyata adala sang pemilik kebun, ia sedang sibuk dengan aktivitasnya dikebun.

Ketika sang pemuda itu masuk ke dalam kebun, warga yang mengejarnya tidak berani masuk ke dalam kebun. Akhirnya mereka berteriak-teriak dari luar pagar kebun. Mereka meminta agar pemuda yang mereka kejar tersebut diusir oleh sang pemilik kebun.

Pemilik Kebun Amanah

Sang pemuda memohon perlindungan kepada  pemilik kebun dari amukan warga. Ia bercerita dengan jujur kepada laki-laki pemilik kebun bahwasanya ia baru saja berkelahi dengan seorang pemuda hingga pemuda tersebut terbunuh. Warga yang marah mengejar dan ingin membunuh dirinya.

Setelah mendengar penjelasan sang pemuda, pemilik kebun merasa iba dan kasihan. Laki-laki pemilik kebun berjanji untuk melindungi pemuda tersebut. Lega lah perasaan si pemuda itu. Sang pemilik kebun kemudian membawa si pemuda  dan menyembunyikannya di dalam sebuah gudang.

Tapi yang terjadi membuat sang pemilik kebun sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihat kedua matanya.

Warga kampung yang dari tadi menunggu di luar pagar masuk ke dalam kebunnya dengan mengusung mayat yang dbunuh sang pemuda yang disembunyikannya. Sang pemilik kebun merasa otot-otot penyangga tubuhnya rontok, jantungnya berdegup sangat kencang namun darah ditubuhnya berhenti mengalir. Keringat dingin mulai bercucuran.


Ternyata, orang yang dibunuh oleh pemuda yang disembunyikannya adalah anaknya sendiri. Betapa hancur dan kacaunya pikiran sang pemilik kebun.

Malam terus merayapi bumi, Laki-laki itu belum bisa memejamkan mata. Dia benar-benar terpukul, anak lelaki yang sangat dicintainya meninggal akibat dibunuh. Dan ia pun sempat berniat menyerahkan pemuda yang disembunyikannya kepada warga. Namun dia tidak bisa mengingkari janjinya kepada pemuda itu. Dia gelisah dan gundah gulana. Hingga akhirnya ia membuat sebuah keputusan.

Ketika suasana keheningan ditengah malam, sang pemilik kebun mendatangi gudang tempat pemuda itu disembunyikan. Kemudian laki-laki itu menceritakan masalahnya. Dia mengatakan kalau pemuda yang terbunuh tersebut adalah anaknya.

Pemuda yang disembunyikan langsung lemas seluruh tubuhnya. Dia merasa malaikat maut telah siap untuk mencabut nyawanya. Tubuhnya gemetar karena ketakutan yang teramat sangat. Degup jantungnya berpacu kencang.

Tapi, sang pemilik kebun yang dari tadi mematung setelah menceritakan persoalannya, tiba-tiba mengulurkan tangannya dan mengusap rambut pemuda yang dicekam ketakutan yang teramat sangat itu. 

“Tidak mungkin aku harus mengkhianati janjiku kepada mu, nak. Pergilah kamu dari sini sebelum fajar, nak, aku mohon,” kata sang pemilik kebun. “Aku tidak akan pernah mengingkari janjiku sendiri. Tapi aku khawatir warga kampung marah dan akan masuk ke sini.”

Ada kesunyian setelah itu. Air mata pemuda itu mulai berlinangan. Dia merasa sangat bersalah kepada pemilik kebun itu. Dia dengan segera menghambur mendekati laki-laki itu dan mencium tangannya. Dia meminta maaf atas kekhilafan yang telah dilakukannya.

Dan benar saja, sebelum fajar menyingsing, sang pemilik kebun mendatangi gudang tempat persembunyian sang pemuda, ia mendapati gudang yang sunyi. Sang pemuda telah pergi.

Ada kebanggaan yang bersemayam dalam dada lelaki itu karena mampu menjaga amanat. Tapi ada juga perasaan yang tersayat karena anak kesayangannya kini telah tiada. [ ]

Belajar Dari Ulat

10:02 PM 0
Terinspirasi.com- Manusia adalah makhluk ciptaan sang Khalik yang paling sempurna. Namun  ada hal-hal yang diberi kelebihan pada manusia, namun menjadi kekurangan pada makhluk lain. Begitu juga sebaliknya, yang menjadi kekurangan manusia pada manusia namun justru menjadi kelebihan pada makhluk ciptaan Allah yang lain.

Berikut sebuah KisahInspiratif yang coba Terinspirasi.com sajikan, semoga dapat memberi Inspirasi kepada sobat Terinspirasi.com semuanya.

Ibu Sarah dan keluarganya adalah sebuah keluarga yang tidak memakan daging. Benar, mereka sekeluarga adalah kelurga vegetarian yang lebih suka memakan sayur-sayuran hijau. Itulah menu makanan mereka setiap harinya.

Suatu hari, Ibu Sarah yang tidak mempunyai pembantu dalam rumah tangganya bermaksud akan belanja kebutuhan dapurnya. Ia belanja sendiri ke pasar setiap pagi. Bagi ibu Sarah, rutinitas tersebut memberinya kepuasan tersendiri dalam batinnya sebagai seorang ibu rumah tangga.

Sebagaimana biasanya, pagi itu ibu Sarah pergi ke pasar untuk mencari sayur mayur kegemarannya dan keluarga. Ditengah jalan, ia bertemu dengan Ibu Winda . Akhirnya, mereka berdua berangkat untuk belanja di pasar bersama-sama.

Belajar Dari Seekor Ulat
Ilustrasi Ulat di Sayuran [Foto : Pixabay]
Lho jeng, sayuran ada ulatnya gitu kok dipilih,” kata Bu Winda, “Ini kan masih banyak yang lainnya yang tidak ada ulatnya.”
Tapi rupanya, Ibu Sarah malah makin semangat mencari sayuran lain yang ada ulatnya. “Ini pak semua, tolong ditimbang dan dibungkus!” kata Ibu  Sarah kepada tukang sayur.

Lho jeng, kok aneh banget sih,” ujar Ibu Winda yang makin penasaran. “Masak sayuran yang ada ulatnya gitu dibeli sih?.”

“Justru yang ada ulatnya itu yang sehat, Bu Winda,” jawab Bu Sarah. “Adanya ulat dalam sayuran menandakan bahwa sayuran tersebut alami.  Ditanam tanpa menggunakan pestisida dan zat beracun lainnya yang berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.”

“Oooh…gitu, ya?” kata Ibu Winda yang udah mulai ngerti. “Iya, makanya ulat yang memakannya tersebut masih hidup, pertanda sayurannya tidak mengandung racun.”

“Oh……baru ngerti saya jeng,” jawab Ibu Winda.
Kisah diatas memberi tahu kita bahwa siapa sangka ulat bisa menjadi sinyal apakah sayuran yang kita pilih dan kita konsumsi mengandung pestisida atau tidak. Sepertinya ini hal sepele, tetapi pengetahuan kecil ini sangat bernilai. Ternyata, binatang kecil yang kita anggap menjijikan, bisa lebih tahu tentang adanya kandungan pestisida dalam sayuran atau buah-buahan dari pada manusia.

Hikmah dari Kisah Inspiratif diatas mengajarkan bahwa manusia, meski disebut makhluk Allah yang paling sempurna, namun harus diakui bahwa ada hal-hal yang tidak diketahuinya.

Kisah ulat diatas bisa juga bermakna bahwa untuk mempelajari sesuatu  maka kita harus belajar kepa ahlinya. Orang yang cakap dibidangnya. Orang bijak berkata : “Untuk sampai pada tingkatan tertinggi pengetahuan dan keterampilan, kita harus belajar kepada ahlinya. Dan, tetap mengembangkannya setelah itu.”
Demikianlah sebuah KisahInspiratif Belajar Dari Ulat, semoga dapat memberi Inspirasi bagi kita semua. [ ]

Mengapa Harus Berpikir Positif

10:39 PM 0
Terinspirasi.com- Berpikir positif merupakan salah satu cara menuju kesuksesan, dengan berpikir positif, kita seolah telah merintis jalan menuju keberhasilan. Sobat Terinspirasi.com, berikut kami sajikan sedikit tulisan tentang berpikir positif, semoga dapat memberi Inspirasi dan Motivasi.

Pengertian Berpikir Positif

Secara praktis, berpikir positif dapat diartikan setiap pemikiran, ide, sikap dan perbuatan yang mampu mengarahkan dan mendekatkan diri ke fitrah kemanusiaan yang suci. Melangkah lebih dekat menuju realitas tertinggi (Allah SWT) dengan amalan-amalan yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Mengapa Kita Harus Berpikir Positif

Dengan berpikir positif, secara tidak langsung telah mengeliminir potensi kejahatan dalam jiwa manusia. Hal ini berkenaan dengan kinerja otak, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Ibrahim Elfiky, otak manusia tidak bisa digunakan untuk mememikirkan dua hal sekaligus disaat yang sama. Jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka dengan sendirinya hal-hal yang negative akan jauh dari pikiran kita.

Seirama dengan hal diatas, Allah SWT pun jauh sebelumnya telah memberitahu kepada manusia bahwa Dia tidak pernah pernah membuat dua ruang dalam satu hati. Artinya, seperti kinerja otak, kinerja hatipun tidak jauh berbeda. Mana yang paling dominan diantara dua hal yang ada, maka itulah yang akan menempati relung hati dan otak kita.
Dalam Islam, dikenal istilah Takziyatun Nafsi (penyucian diri). Langkah ini dilakukan sebagai titik tolak seseorang menuju hidup yang positif. Semua hal yang bersifat negative dibuang terlebih dahulu dan menggantinya dengan hal yang bersifat positif. Sesungguhnya kebenaran tidak akan pernah bercampur dengan kejahatan. Allah telah berfirman dalam QS. Al-Isra : 81 yang artinya :

Telah datang kebenaran dan sirna kebathilan. Sesungguhnya kebathilan benar-benar hancur”.

Rasulullah SAW menganjurkan agar manakala kita melakukan keburukan, agar segera menggantinya dengan amal kebaikan dan beristiqamahlah dengan kebaikan tersebut. Rasulullah SAW bersabda yang artinya :
Dan ikutilah keburukan dengan kabaikan, mudah-mudahan yang baik itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (H.R. Turmuzi)

Pentingnya Berpikir Positif

Sebagai pondasi utama dalam gerak kehidupan menuju garis-garis yang telah tentukan oleh Allah SWT, pikiran harus dibersihkan dari sekeceil apapun virus negatif. Dan disaat yang sama, kita terus meningkatkan potensi serapan akal dengan memikirkan hal-hal yang positif. Dengan berpikir positif, kita akan mencapai kesuksesan dunia akhirat.

Hal penting lain dari berpikir positif adalah semacam pembebasan. Berpikir positif merupakan bentuk lain dari cara kita untuk membebaskan diri dari belenggu pikiran negatif yang tentu sangat tidak baik dan tidak produktif. Orang dengan pikiran negatif tentu akan dijauhi semua orang.

Berpikir positif merupakan sebab dari berbagai capaian penting dalam kehidupan. Kemajuan peradaban dan teknologi dalam sejarah umat manusia dicapai oleh pikiran-pikiran positif orang-orang yang sabar memperjuangkannya.

Oleh karena itu, siapapun yang selalu berpikir positif, sesungguhnya ia merintis jalan menuju tingkatan kehidupan yang lebih baik secara rohani maupun materi.

Ciri-ciri Berpikir Positif

Diantara ciri-ciri atau tanda orang yang berpikir positif antara lain :

a. Berdaya Cipta

Memiliki daya cipta dan keberanian mewujudkan segala impian menjadi karya nyata merupakan cirri-ciri orang yang berpikir positif. Bagi mereka, tidak ada yang mustahil bilamana potensi otak dipacu dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

b.Percaya Diri

Percaya diri merupakan sikap positif seserang yang mampu mengembangkan penilaian positif, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan serta situasi yang dihadapinya. Percaya diri bukanlah mampu mengatasi segala hal, namun seseorang merasa ia punya kompetensi, yakin mampu dan percaya bahwa dia bisa melakukannya. Hal ini semata-mata karena didukung oleh pengalaman, potensi aktua, prestasi dan harapan yang realistis terhadap diri sendiri.

c. Ulet

Ulet secara umum dapat diartikan sebagai sikap pantang menyerah dalam mencapai tujuan. Gambaran umum tentang pribadi yang ulet sedikit lebih luas dari pada sabar. Ulet merupakan gabungan dari kesabaran, kecerdasan membaca dan memanfaatkan peluang serta keberanian dan instuisi yang tajam dalam mengambil keputusan.

d. Arcievement Oriented

Berorientasi pada pencapaian hasil memberikan dorongan untuk selaku fokus dalam pekerjaan dan tidak mudah menyerah mana kala kesulitan datang menerpa. Dengan semangat ini, segala potensi dikerahkan bersama dengan sumber kekuatan yang ada lainnya.

e. Know What To Do

Pikiran positif ibarat cahaya terang. Dengan cahaya terang tersebut, seseorang tidak akan tersesat. Karenanya, orang berpikir positif ibarat memiliki cahaya dalam pikiran mereka sehingga tidak pernah terpuruk dalam kesesatan fikir (fallacy) dan kekeliruan bertindak.

Dalam situasi yang serba rumit dan sulit sekalipun, orang yang berpikir positif bisa menemukan jalan keluar dan tahu persis apa yang harus dilakukan.

Demikianlah sedikit ulasan tentang berpikir positif atau positive thinking, semoga dapat memberi Inspirasi dan Motivasi. [ ]